Minggu, 07 September 2008

IVLP part 3 : New Hampshire-Denver

New Hampshire, 2sept08
Udara New Hamphsire cukup panas dan kering di summer ini, lotion pelembab kulit tidak bisa dipisahkan harus dibawa terus..
Pagi yang cerah kami bertemu pimpinan radio rakyat setempat, New Hampshire Public Radio..NHPR ini radio politik empowering people melalui informasi semua berhak tahu apapun tentang daerahnya, tidak ada musik dan break komersial..mereka bersikap profesional dan non partisan, beberapa tokoh publik pernah siaran di sini, misalnya Hillary Clinton pernah menyampaikan success story-nya. Saya jadi teringat radio El shinta di Jakarta...
Kami melanjutkan ke New Hamphshire State Building, tempat wakil rakyat, senator daerah dan sekaligus gubernur New Hampshire berada, satu atap, birokrasi sederhana. Saya dkk jg heran sang Gubernur sehari2 beraktivitas tanpa pengawal dan menyetir mobil sendiri ke kantornya...
Lalu ke Peace Action, sebuah NGO anti perang..mereka menentang perang Irak dan menolak invasi Iran, saya katakan padanya, I support you to against US invasion to the other country, i'm a moslem and we need peace, not war no invasion..dia sedikit terkejut sambil manggut-manggut. Saya menceritakan bahwa ketika Bush ke Bogor Indonesia, puluhan ribu mahsw dan kelompok masyarakat mendemonya. Bush telah merusak wajah demokrasi AS sekaligus menjatuhkan citranya di dunia hingga ke titik yang parah. AS harus mengubah kebijakan politik luar negerinya jika tidak ingin mendapat byk masalah.
Selanjutnya kami ke United Way, sebuah organisasi yang mengumpulkan donasi ut lembaga masyarakat setempat yang membutuhkan, mereka mengorganisasikan potensi individu dan lembaga lalu menyalurkan ke individu yang lain, cara kerja mereka sepertinya cukup elegan, orang2 memberi bantuan secara sukarela..
Malam hari kami menghadiri debat kandidat wakil rakyat semacam DPRD I, ada 9 kandidat yg diwajibkan hanya bicara gagasannya dlm 2 menit, pada sesi kedua setelah pertanyaan moderator mereka hy boleh menjawab maksimal 2 menit juga...

New Hampshire, 3sept08
Kami ke kota Manchester, sekitar 30 menit dari Concord, US Global Campaign sebuah lembaga yang mengumpulkan pemerintah, NGO, private sector dan tokoh2 seperti senator dan anggota kongres AS yg bertujuan ut meningkatkan natinal security, kemandirian energi, kesejahteraan ekonomi, dan penguatan negara secr utuh..sepertinya mereka memobilisasi kekuatan pasca tragedi 9/11 untuk tetap eksis sebagai adidaya..sepertinya mereka cukup diback up pemerintah terlihat dengan Colin Powell Menhan AS menjadi honour director di sana dan dukungan anggota senat dan kongres, termasuk Obama.
Kami melanjutkan bertemu seorang calon anggota state senate di NH dari demokrat, berturut-turut ke headquarter kandidat US  kongres Demokrat dan kemudian ke kandidat US kongres dari Republik.. Kemudian ke Union Leader, sebuah koran harian yg cukup besar, koran ini sempat memuat kunjungan kami yg terbit besoknya,, sore hari kami diundang dinner salah satu tokoh setempat, rupanya mereka semua Obamania...bergiliran kami diajak berfoto bersama patung Obama, wine diedarkan sblm makan malam, saya meminta orange juice dan mengobrol..makan malam dimulai, menunya hot dog dan salad, saya tidak menyukai gaya makan malam ini dan saya tidak bisa menikmatinya dgn baik..menunya juga tidak ada rice, potatoes atau chicken, jadilah saya kelaparan malam ini..balik ke hotel saya membuat mie instan, kopi dan cake Francis, lumayan..hee

4sept08
Pagi hari kami melanjutkan ke Denver, bagian tengah AS, tempat konvensi partai Demokrat, sayang sudah usai baru kami ke sana, jadi belum bisa ketemu Obama, someday. Seharusnya kami ke Lousiana New Orleans, tetapi karena terkena musibah badai katrina lanjutan, maka digantikan ke Denver..Perjalanan lumayan jauh, terbang 1,5jam dari Manchester Airport transit di Baltimore Washington Airport, siang hari melanjutkan flight ke Denver sekitar 4jam..airport Denver sangat canggih, luas dan sedikit membingungkan, jangankan say dkk yg visitor, Alison dan Alan yg orang AS juga nampaknya bingung, keluar dari kabin pesawat, harus turun 2 lantai ke bawah dan menggunakan trem/kereta listrik ut ke klaim bagasi, keluar pun banyak exit way nya sesuai jalur mau kemana kita pergi..
Denver city adalah negara bagian Colorado di wilayah tengah AS yang cukup luas..padang yang luas dan datar, daerahnya cukup dingin dan sejuk.. Kami tiba dan menginap di Curtis hotel.. Sore hari kami memenuhi undangan dari pemuda mhs republik yang menyelenggarakan nonton bareng acceptance speech nya McCain for president di Universty of Colorado. Yang unik mereka menyebut kampusnya sebagai republican university, saya tanya mengapa menyebutnya demikian, katanya untuk memberi perlawanan thd geliat mahasiswa pendukung demokrat yang jauh lebih banyak. Kebanyakan mhs pendukung Demokrat terjun ke partai dan kegiatan sosial setelah lulus misalnya Bill Clinton, sedangkan mhsw pendukung republik terjun ke dunia bisnis dan pekerjaan profesional..tidak banyak yang hadir, tidak serame waktu di distrik di Washington nonton bareng pidato Obama. Bahkan beberapa mhs keluar dan kami jadi mengantuk, tidak ada makanan yg disuguhkan, garing, spt pidato McCainn jg yang cukup membosankan, dia seperti sedang menjawab pidato konvensi Obama dan bukan sebuah pidato mandiri..

Denver, 5 sept08
Kami ke Colorado League of Women Voter, organisasi perempuan yang mendorong partisipasi politik kaum wanita, tapi mereka mengaku non-partisan. Mereka sangat agresif memperjuangkan hak2 perempuan termasuk mendorong referendum perubahan konstitusi yang memberi ruang yang leluasa bagi kaum perempuan. Uniknya, mereka juga menerima member pria yang ingin berpartisipasi.
Selanjutnya kami ke Colorado Media Matters, yang mengorganisasikan kegiatan2 media, juga mengadvokasi..mereka menggunakan basis teknologi informasi secara online. CMM menyiapkan informasi yg dibutuhkan grassroot community . Kami kemudian ke State Democratic Party of Colorado, tidak ada DPP atau kantor pusat bagi partai di AS, semua berbasis di state masing2, dan mereka konsern pada isu negara bukan isu lokal saja..kami menemui senior advisor politik..sy menanyakan dan meminta ketegasan politik luar negeri AS jika Obama menang, dan dia memastikan bahwa US bases troops di Irak akan ditutup dan tentara tsb akan ditarik bertahap, kebijakan internasional lebih soft dan diplomatik, pendekatan militer dikurangi..cara kerja mereka dengan meng-hire relawan part time untuk membujuk publik Colorado, mereka juga punya semacam fokus group untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik, media kaderisasi dan sharing pengalaman/informasi, mereka menyewa direktur politik dan pemilu secara professional..

Denver, 6sept08
Kami diberi kesempatan memilih kegiatan masing2, cultural studies-lah..ada yg ke museum seni, imax movie, shoping mall, dan kami memilih mencoba electric free ride bus di tengah kota Denver, lumayan jalan2 sightseing gratis..hee.. Saat makan malam di Tokyo Joe, restoran Jepang ala barat, ada kejadian unik, seorang pelayan mengantarkan hidangan, Pak Basuki bertanya ke saya kok pesan salmon lagi, saya bilang enak soalnya..eh tiba2 si pelayan menyahut: Enakan Mahi-mahi lagi (ikan jenis lain yg disajikan lebih cocok dgn lidah kita) ...ternyata dia orang Jakarta, namanya Dini..katanya sdh kerja hampir 8thn dan gaji di sini lbh lumayan, yaa iyalahh..tapi dia tetap ingin plg ke Indonesia dan membuka restoran sejenis, krn sdh cukup menguasai bgmn mengelolanya..

Denver, 7sept08
Kami mengunjungi Colorado Rocky Mountain, sebuah taman wisata nasional pegunungan dengan ketinggian sekitar 7000m dml.. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam naik mobil dari Denver..sangat dingin, meski summer dan matahari bersinar, salju masih bertebaran di mana2, angin bertiup kencang udara kering...

Senin, 01 September 2008

Nice Ramadhan Smart Fasting

Assalam wr wb
Kami mengucapkan
Selamat menunaikan ibadah ramadhan
Mhn maaf lhr batin atas sgala khilaf
Dan kita kembali menjadi insan yang bersih
Saling menghargai dan peduli

Salam

Taufiq Amrullah dan Yunike Dwi Kartika
& Taufik jr

IVLP: Philadelpia-New York-New Hamphsire

29 Aug'08
Kami ke Philadelphia dan terus ke NewYork dg bus.. Philadelpia adalah kota yg bersejarah bagi AS, mereka menyebutnya kota konstitusi.... Sepanjang jalan kami menemukan hutan kota yg lebat dan hijau, jalan tol yg mulus dan lebar, banyak mobil jepang dan korea, tetapi mobil buatan AS tetap lebih byk lagi.
Kami mampir makan siang di Philadelpia, sebuah market yang bersih. Tapi hati2, susah menemukan makanan halal, lagi2 japanese food jd pilihan, chicken teriyaki atau seafood teriyaki dan softdrink, dan mereka menyediakan nasi. Beberapa kali sy makan siang di Washigton DC dgn burger, sgt tidak cocok dgn perut kita.
Kami melanjutkan city tour di Philadephia ke National Constitution Center, tempat bersejarah bagi negara AS. Di kota Philadelpia lah tempat negarawan2 mereka menyusun dan menyempurnakan konstitusi negara AS. Kami menonton di theater yg cukup canggih tentang AS yang menjadi united states dgn sistem federal dan kebebasannya, film ini selalu membuat mereka bangga sebagai warga AS. Mereka membuat suasana entertain dan wisata dalam memahami konstitusi dan apapun ttg AS. Dan mereka senang menyatakan : we are the people, we are the people of USA..
After lunch kami melanjutkan ke NewYork yg padat, menginap di Park Central Hotel, jantung kota NewYork di Manhattan island. Kota ini berpenduduk lebih dari 4juta jiwa, tapi seluruh NewYork mencapai 10jt jiwa. Sangat padat tapi rapi, gedung2 menjulang sgt tinggi berbeda dgn Washington DC yang kota pemerintahan, New York adalah kota trading, finansial, hiburan, wisata. Banyak campuran ras byk di sini, termasuk muslim community cukup besar..

NewYork city, 30 aug08
hari sabtu ini kami menikmati kota ini 'sightseing city and cultural study'. Dengan sigthseing bus kami berkeliling kota sepuasnya, melihat patung liberty statue, dan viewing seluruh kota dari puncak empire building. Kami menikmati sky ride, seperti naik helikopter mengelilingi kota Newyork. Malamnya kami menonton Mammamia show di Broadway Theatre tidak jauh dari hotel..katanya artis2 papan atas di Holliwood lahir dari Broadway ini...kota ini benar exciting, ranai tak kenal malam siang, makanya mereka menggelarnya The City Never Sleep...
Saya termenung dan berpikir, 10 thn lalu sy mhsw baru di FT Unhas Makassar dan mulai melihat dunia pergerakan, 5thn lalu sy menyampaikan LPJ saat Musda KAMMI  Sulawesi Selatan, sekarang saya berada di jantung pusat peradaban AS, New York..bagaimana dengan LPJ saya di Muktamar VI  KAMMI  Nopember ini,,saya mulai menyusun di Central Park hotel lantai 14, no.1403

31aug08
Siang ini kami terbang ke Concord, New Hamphsire. Dgn pesawat yg kecil hanya memuat sekitar 30 penumpang, selama 1 jam, lalu mendarat di Manchester airport. Selanjutnya naik bus jemputan sekita 2jam menuju Concord. Kami menginap di Holiday Inn Hotel dan akan berada di New Hamphsire selama empat hari, saya akan menjalani puasa yg pertama di New Hamphsire...New Hamphsire berpenduduk sekira 41 ribu jiwa-cukup sepi dan asri, banyak penduduk asli di sini, kalau jalan-jalan di seputaran kota, seolah kita di bawa ke masa cow boy, rumah2 asli masih ada meski sdh lbh modern, kereta kuda sudah berganti Ford dan Honda, kuda2 pangeran berganti motor Harley Davidson...

New Hamphsire, 1 sept08
Ini hari pertama ramadhan, saya menjalani puasa pertama. Saya tahu agak cukup berat karena lagi summer season, jadi siang agak lbh lama, but just enjoy it. Pagi ini kami mengunjungi Hopkinton State Fair sekitar 1jam perjalanan ke daerah pertanian New Hamphsire, ini adalah pameran agricultural dan peternakan, alat2 pertanian juga dipamerkan di sini, ada tractor show, hiburan anak2 seperti di ancol, dll..menurut saya, selera pameran pertanian dan lainnya di Indonesia cukup bersaing. Mereka menggelar di daerah pinggiran yang masih asri, sejuk dan segar, cukup hijau dgn pohon rimbun di mana2 walau cuaca jg terik...jelang sore yang msh panas jalan menuju pulang, kami mampir di mall yang sepi dan cukup murah..ini hari yg cukup menantang meski melelahkan, saya berpuasa dengan sahur hy kopi susu, di tengah kawan2 dan menemui orang2 yg tidak puasa, cuaca terik dan siang yang panjang...but always smart, saya menikmatinyaa,,menjelang sunset kami mencari dinner sambil buka puasa di thai restaurant.. Complete

Jumat, 29 Agustus 2008

International Visitor Leadership Program

Jakarta-Washington 22-23 aug08
Akhirnya sampai jg di Washington DC, 23agustus08. Great.. Ut sebuah program International Visitor Leadership-IVLP : Grassroot Democracy, Campaign & Election selama 3 minggu, 24aug-13sept08.. Saya nikmati aja, saya pakai uang mereka ut mempelajari negeri mereka, pasti ada untung dan inspirasi saat kembali ke tanah air. its my mind. Saya berangkat dengan pak Basuki Purnama direktur Center of Democracy and Transparency mantan Bupati di Bangka Belitung, dan Kistyarini Editor International issues di Surya Daily Surabaya.
Perjalanan jarak jauh ini dimulai dari Jkt ke Bangkok via Thai Airways sekitar 4 Jam, lalu menginap di Lois Tavern Hotel, pagi buta sdh boarding lg Bangkok-Tokyo via Northwest Airlines. Perjalanan dilalui sekitar 6jam 5000 km lebih. Dari Narita Tokyo lgsg connecting flight menuju Minneapolish, Minesota, jantung negeri paman sam, selama 10 jam-lebih dari 10ribu km melintasi Samudera Pasific nonstop, kami melalui malam yang pendek tapi satu hr yg panjang di tgl 23aug ini. so benar2 lelah. Masuk ke AS kami diperiksa secara ketat dan berlapis, tapi lolos juga, saya menjalani 3kali pemeriksaan berlapis. 2jam kemudian kami lanjutkan penerbangan ke Washington,DC yang ditempuh hampir 4jam. Kami dijemput mr.Alan, English Language & trip Officer kami selama program berlangsung, nanti jg dgn Ms Alison. Kami menginap di Club Quarter Hotel tengah kota Washington, tidak begitu jauh dari White House

Washington DC 24 aug
kami mengunjungi beberapa tempat, city tour. White house, Gd Keuangan AS, Capitol hill, monumen perang korea, Lincoln memorial moseum, dan monumen perang vietnam. Mr Ben seorg tour guide menjelaskan byk hal soal Washington DC dan aktivitas di kota ini. Hampir setiap sudut kota terdapat taman kota yang hijau dengan patung pahlawannya, merpati dan bunga warna warni menghiasi tiap sudut taman kota. Bendera AS di hampir setiap gedung jg tampak, bahkan di HardRock Cafe jg ada, mereka kelihatan spt tdk rela kehilangan sejengkal tanah mereka. Kota ini berpenduduk sekitar 730ribu jiwa dgn berbagai ras spt anglo-eropa, afro amerika, hispanik, chinnese, japanese, arabic, jewish dll. Tampak bersih, teratur dan segar. Tidak ada mobil yg tampak mengeluarkan asap, bis kota menggunakan gas-BBG, byk worker yg memilih bersepeda atau jalan kaki, meski berjas dan berdasi. Metro subway bersih, meski sgt padat tp selalu ontime, tidak ada toilet di stasiun. Tapi msh ada beberapa pengemis yg nomaden di beberapa halte dan stasiun, pengamen jg ada.. Kota Washgton DC (DC=Distric of Columbia) dibgn atas keinginan mr Washington (mantan presiden AS) dan didisain oleh disainer kota Paris, sehingga kota ini sgt mirip dgn kota Paris. Gedung2 sgt eksotis dan bernuansa eropa..

Washington DC 25 aug 08
Alan dan Alison mengajak berjalan kaki dr htl ke Solidarity Center-SC, bersama peserta IVLP dari Malaysia Ms Georgina-skrtris Menteri Sabah, Jepang DR Kensuke Takayasu-Assosiate Professor, Korea Ms Jiyoung-Spesialist Lokal Government, dan Filipina Mr Andy Rara-Journalist. Ms Martha-direktur exekutif SC menyambut dgn ramah bsama Robert dan Elisabeth, jg 3 org dari State Department. SC adalah NGO yang mengatur semua program kunjungan kami, jd tidak lgsg oleh pemerintah setempat. Kami memperkenalkan diri masing2 lalu dibrief mengenai program secara keseluruhan. Program akan berlangsung di Washington DC dan Virginia selama seminggu 24-29 aug, lalu ke Philadelpia dan New York 29-31aug, selanjutnya ke New Hamphsire-Concord, New Orleans-Lousiana, dan San Francisco-California. Di akhir program kita akan bertemu semuanya kembali di San Francisco ut evaluasi sebelum kembali ke tanah air. Kami diberi traveller cheque ut kebuthn selama di AS.
sesi berikutnya dg Brad Minnick director International Visitor US  State Dept. Ia seorang republikan yg mengagumi McCain dan menceritakan bgmn panasnya situasi politik AS saat ini. Sesi berikutnya dgn Mr Doglas Brooks seorang demokrat yg mendukung Obama, dia menjelaskan ttg sistem Federalisme yang dianut AS, sejarah dan perkembgnnya. Lalu sesi terakhir sore ini dg mr Edward Grefe-spesialist and professor of grassroot politics and issues management di Washgtn Univ, dia menjelaskan ttg the art of politic, how to win campaign dan pengalaman dia mengelola komunikasi politik brsama partai republik..kami kembali ke htl dgn sgt lelah dan msh dlm pengaruh jet lag.

Washgtn DC 26 aug
kami kembali ke Solidarity Center, Mr Ron Zucker menjelaskan ttg 2020 vision AS. Mereka konsern pada persediaan energi, keamanan, dan masalah lingkungan
selanjtnya ke US Dept bertemu dgn ms Jane Kim-Foreign Affairs Officer, dan Joy Yamamoto-Indonesia Desk Officer. Terus ke Grassroot Enterprises, Mr John Hlinko, yang menggunakan sistem teknologi informasi dalam metoda kampanyenya. Terakhir sore ini kami bertemu Adrian Talbott di Generation Engaged yang konsern pada youth issues, mrk py sekitar 200ribu members yang dapat berjumpa scr online dgn gratis difasilitasi oleh Apple computer dan mengatur pertemuan2 dgn para senator dan calon presiden AS ut menjamin kepentingan2 pemuda dan mhsw di AS. Generation Engaged memiliki kekuatan tersendiri yang membuat elit suka berhubungan.

Virginia 27aug08
meeting with Capitol Advantage-ms Sherry Whitworth ext dir
Orgns ini mengatur secara online hub grassroot konstituen dgn wakilnya-senator di capitol hill dgn jaringan internet online message, email dan komunikasi data. Mereka membuat jarak senator dgn rakyat semakin dekat dgn penggunaan teknologi informasi..only creativity. Basicly kita jg bs di Indonesia spt ini. Bahkan secara bisnis sgt menguntungkan.
Selanjutnya dg DC  Vote mr Ilir Zherka, mrk memperjuangkan hak suara masyarakat Washington DC yang selama ini tidak ada di senat, krn Washgtn DC adalah capital-nya AS. Lalu stlh mkn siang bertemu dg mr Gottlieb Simon exctv dir the office of advisory neighborhood commision (OANC), dia menjelaskan bgmn Washington mengatur masyarakatnya, semacam Pemda tapi bukan politik, hanya mengatur saja pd public servicesnya.

Washgton DC, 28aug08
kami bertemu dgn Native Congres American Indian. Mereka adalah representasi dari penduduk asli Amerika, suku Indian. Mereka memperjuangkan hak2nya di berbagai bidang, terutama hak2 politik, pendidikan, dll ..siang kami have lunch di Bistro Franchise, makanan francis lumayan enak. Semalam kami makan di Mexican food, sgt tidak cocok dgn lidah kita. Yg plg cocok spt vietnam, chinese dan japanese food..kami lalu melanjutkan ke Emili list, sebuah women grassroot organization yang berafiliasi ke partai demokrat. Malam hari kami diundang nonton bareng kader demokrat, acceptance speech-nya Obama di konvensi Demokrat Denver..semacam nobar di kabupaten. Real grassroot, sy melihat mereka sgt semangat spt pendukung sepakbola, berteriak girang, ada yg sampai menangis padahal cuma nonton di tv,, mrk bergabung. remaja, dewasa, sampe nenek kakek..dan berteriak : change, yes we can.

29 Aug
pagi ini kami ke Philadelphia terus ke NewYork dg bus sewaan. Philadelpia, kota yg bersejarah bg AS, mereka menyebut kota konstitusi. Sepanjang jalan kami menemukan hutan kota yg lebat dan hijau, jalan tol yg mulus dan lebar.

Sabtu, 16 Agustus 2008

Merdekaa!!!

17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2008

Sudah 63 tahun Indonesia Merdeka, saya yakin sudah banyak kemajuan, sudah terjadi berkali-kali perubahan. Inilah bangsa besar yang benar-benar memperjuangkan kemerdekaannya dari awal. menurut beberapa pengamat, hanya Indonesia dan Vietnam di Asia Tenggara yang merebut kemerdekaan dengan sempurna dari penjajah, bukan hadiah ataupun konsensus. Kemerdekaan yang sempurna inilah yang harus terus dikobarkan dan diwariskan pada setiap generasi bangsa.

Saat bendera merah putih berkibar di setiap 17 Agustus, ada rasa bangga yang berlebih. Selalu ingin meneriakkan pekikan Merdeka !! sebagaimana di film-film perang kemerdekaan. Cukup membanggakanlah jika anak-anak muda rajin menyanyikan lagu Bendera-nya Coklat : Merah Putih teruslah berkibar....

Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, sudah menginspirasi satu semangat besar tentang kemerdekaan sejati, walaupun kita akan tetap bertanya mengapa Sukarno tetap mau membayar utang yang ditinggalkan penjajah Belanda.

Kita pun bertanya mengapa sosok M.Natsir yang jelas membela kemerdekaan dengan diplomasi dan sempat menjadi Perdana Menteri belum juga jadi Pahlawan Nasional, padahal sama sekali tidak ada kaitan dengan pemberontakan. bahkan Masyumi yang pernah dibubarkan belum diterima pembelaannya hingga sekarang.

Saat ini kita merdeka, bebas berteriak dalam alam demokrasi, ada otonomi,

Saat ini kita merdeka dengan setumpuk utang tak terbayarkan, setengah lebih rakyat miskin, sejumlah kekayaan alam strategis dijual.

Kita harus Merdeka, sebenar-benarnya merdeka...bebas berdemokrasi, ada otonomi, utang terhapuskan, mayoritas rakyat sejahtera, kekayaan alam dikuasai negara untuk kepentingan rakyat, bayi dan anak-anak sehat dengan gizi baik, pendidikan menjangkau setiap lapisan usia sekolah, kesehatan terjamin, pangan dan energi tersedia, infrastruktur terpasang, pelayanan publik memadai, disegani bangsa lain, dan turut berpartisipasi dalam perdamaian dunia.

inilah kemerdekaan yang saya, kamu, dan kita inginkan..



Indonesia Raya

Merdeka, Merdeka

Tanahku Negeriku yang kucinta



Hiduplah Indonesia Raya

Rabu, 13 Agustus 2008

Pemuda Pemimpin Perubahan

KEPEMIMPINAN NASIONAL

Rakyat Punya KekuatanTentukan Perubahan


JAKARTA (Suara Karya):

Para calon pemimpin nasional, tak perlu mengumbar janji pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Sebab, masyarakat semakin dewasa menentukan pilihannya, sehingga memilih pemimpin secara rasional, bukan emosional.
Demikian pendapat yang dikemukakan Presiden Dewan Pimpinan Nasional Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Ryaas Rasyid dan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit secara terpisah, di Jakarta, kemarin.
"Artinya, dalam memilih pemimpin, publik pasti akan memilih sesuai keyakinannya dan bukan karena karismanya. Karena itu, calon pemimpin nggak perlu banyak janji yang tidak bisa dihadirkan. Kebanyakan janji bisa masuk angin," ujar Ryaas dalam sambutannya pada acara tablig dan zikir di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/8).
Menurut Ryaas, pemimpin nasional harus hadir untuk kepentingan rakyat. Karena itu, dia mengimbau agar rakyat memilih sesuai keyakinan dan rasionalitasnya.
"Sudah saatnya rakyat harus bisa memikirkan memilih pemimpin sesuai dengan keyakinan bukan karena karisma si pemimpin," kata mantan menteri negara otonomi daerah ini.
Sementara itu, pengamat politik UI Arbi Sanit mengatakan, masyarakat kian dewasa sehingga memiliki kekuatan untuk menentukan perubahan. "Termasuk soal pemimpin nasional, rakyat tidak bisa lagi didikte karena mereka adalah penentu kepemimpinan nasional melalui sistem pemilihan langsung," ujarnya, di Jakarta, kemarin.
Meski demikian, Arbi tidak setuju dengan upaya mempertentangkan pemimpin tua-muda. Menurut dia, hal itu adalah rasial, sebab sama saja dengan mempertentangkan ras putih dan hitam.
Dia menilai, kepemimpinan politik saat ini menyebabkan proses reformasi belum berjalan sempurna. "Saat ini kepemimpinan nasional tidak mempunyai kapabilitas yang memadai untuk merealisasikan perubahan yang pernah dijanjikan," kata Arbi.
Yang kedua, ucap dia, sistem kepartaian Indonesia sangat lemah. Saat ini sistem multipartai menyebabkan program dan kinerja pemerintah terhambat.
Yang ketiga, tutur dia, sistem ketatanegaraan sangat amburadul karena menyampuradukkan sistem parlementer dengan presidensial.
Arbi mengatakan, semua faktor tersebut harus segera dibenahi karena rakyat semakin menginginkan perubahan. "Good corporate gorvenance dan reformasi birokrasi itu omong kosong bila tidak mengubah kepemimpinan politik yang lemah," ujarnya.
Menurut Arbi, proses reformasi saat ini hanya dinikmati oleh kaum elite yang sudah establish dan konservatif saja. "Tidak semua orang merasakan reformasi ini, yaitu golongan kaum menengah dan elite saja," katanya.
Arbi menyebutkan, rakyat Indonesia banyak dikorbankan dengan adanya proses reformasi ini bila tidak ada pemimpin yang berkarakter kuat.
"Kepentingan rakyat tidak terlindungi, tetapi kepentingan atas diutamakan. Jadi kehidupan negara saat ini menjadi timpang," katanya.
Di lain pihak, Partai Bintang Reformasi (PBR) tidak menggubris polemik capres tua muda. Partai dengan nomor urut 29 ini malah ingin menggabungkan kedua hal tersebut.
"Kita masih memperbaiki infrastruktur, kita akan menyatukan golongan tua dan muda. Presiden lebih senior, wakil lebih muda. Kita tidak dikotomikan," ujar Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi kepada wartawan usai menghadiri acara peluncuran No 29 PBR di Kantor DPP PBR, Jakarta, Sabtu (2/8).
PBR pun menyatakan siap berkoalisi dengan partai apa pun, termasuk partai nasionalis-Islam. Syaratnya, calon pemimpin tersebut siap mempertanggungjawabkan komitmennya memimpin bangsa ini.
"Bagi saya tidak relevan mendiskusikan soal-soal seperti itu. Siapa yang punya komitmen memperbaiki nasib bangsa ini, siap memimpin kita," tuturnya.
Hal senada dikemukakan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Taufiq Amrullah. Menurut dia, pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan.
"Mereka tentu telah memahami Indonesia dari berbagai sudut pandang. Bersatunya pemuda dalam kepentingan yang sama (common interest) untuk memajukan Indonesia akan menjadi kekuatan yang besar. Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung kekuatan pemuda, sepanjang moral dan semangat juang tidak luntur dengan tekanan dan godaan sesaat," ucapnya.
Namun, tutur dia, bersatunya pemuda dalam satu perjuangan bukanlah persoalan mudah. "Karena, dibutuhkan syarat minimal agar pemuda dapat berkumpul dalam satu kepentingan," kata Taufiq.
Pertama, syarat dasar moral perjuangan harus terpenuhi, yakni terbebas dari kepentingan pribadi dan perilaku moral hazard suatu kelompok. Kedua, kesamaan agenda perjuangan secara umum dan derivasi agenda, misalnya, kemandirian bangsa dan menolak dominasi asing.
"Semuanya dapat menjadi agenda bersama (common agenda) yang mudah disepakati. Ketiga, terlepasnya unsur-unsur primordialisme dalam perjuangan bersama, sesuatu yang sensitif dalam kebersamaan," kata Taufiq.
Menurut dia, energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya reformasi sejati di negeri ini. Sesuai karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan (fikir), dan ketinggian moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa yang dapat mendukung akselerasi perubahan.
Meski demikian, tutur dia, kepemimpian yang properubahan menjadi faktor utama yang menentukan bagi upaya mewujudkan demokrasi politik dan ekonomi.
"Tidak dapat dihindari bahwa politik dan ekonomi masih menjadi bidang eksklusif bagi sebagian orang, yang kemudian menjadi tragedi bersama bagi seluruh rakyat. Permasalahan kunci politik ekonomi kita dapat dilihat pada perangkap utang luar negeri yang mengarah pada kebangkrutan nasional, nilai tukar rupiah yang hampir selalu lemah, rendahnya nilai tambah (value added) primer, korupsi yang merajalela terutama oknum penguasa, serta tingkat kemiskinan dan pengangguran yang terus meningkat," kata Taufiq.
Dia menyebutkan, aroma neoliberalisme dan neokolonialisme di bangsa ini masih sangat terasa, terutama dalam privatisasi (penjualan) aset pada asing dan undang-undang penanaman modal asing. (Kartoyo DS/Rully)

Selasa, 12 Agustus 2008

Hari Pemuda Dunia


U N I T E D N A T I O N S N A T I O N S U N I E S
THE SECRETARY-GENERAL
--
MESSAGE FOR INTERNATIONAL YOUTH DAY
12 August 2008
Though the science of climate change is complex, the facts are simple: our world is
heading towards trouble. I saw this last year when I visited the Antarctic, where age-old ice is
melting much faster than we originally thought it would. Left unaddressed, climate change could
cause an unravelling of the progress that has been made towards achieving the Millennium
Development Goals, and could also have serious implications for peace and security. Unless we
make radical changes in the way we live, by the time the youth of 2008 reach my age, the world
may well have become a rather inhospitable place.
The theme for this year’s observance of International Youth Day is “Youth and climate
change: time for action”. Today’s young people will bear the consequences of climate change,
thanks to the unfortunate legacy of their elders. In many developing countries in particular,
youth -- especially girls and young women -- are often responsible for farming, finding water and
collecting fuel wood. These tasks will be rendered more difficult – and will take even more time
away from education or productive activities – as climate change affects the availability of water,
agricultural productivity and the survival of ecosystems.
Yet young people are also well placed to contribute to the fight even now. They are
adept at spreading new habits and technologies. They are adaptable and can quickly make lowcarbon
lifestyles and career choices a part of their daily lives. Youth should therefore be given a
chance to take an active part in the decision-making of local, national and global levels. And they
can actively support initiatives that will lead to the passage of far-reaching legislation.
We will need the spirit of youth in abundance as the world seeks to embrace cleaner,
more sustainable forms of energy, including renewable resources. The transition to a low-carbon
economy that we hope young people will see in their lifetimes offers tremendous opportunities.
Not least, economic growth that is fuelled by clean energy and technological innovation will
create jobs that could help alleviate the dire global problem of youth unemployment.
On this International Youth Day, I urge young people around the world to invest their
energies and bright ideas into shaping a safer, more sustainable planet.